Sunday, August 14, 2005

RAKUS DAN PANJANG ANGAN-ANGAN

RAKUS DAN PANJANG ANGAN-ANGAN

Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abud Dardaa' r.a. berkata: "Mengapakah aku melihat ulama-ulama banyak meninggal sedang orang yang bodoh tidak suka belajar? Belajarlah sebelum terangkat ilmu. (Dengan matinya ulama-ulama) Mengapakah kamu lebih rakus dan rajin mencari apa yang telah dijamin oleh Allah s.w.t. dan mengabaikan apa yang ditugaskan kepada kamu? Sungguh aku mengetahui orang-orang yang jelek (jahat) diantara kamu melebihi dari pengetahuan tukang tapak kuda terhadap kudanya, yalah mereka yang tidak mengeluarkan zakat kecuali dianggap kerugian dan tidak mengerjakan sembahyang kecuali pada akhir waktu, dan tidak mendengarkan al-quran kecuali acuh tak acuh (mengabaikan) dan tidak suka memerdekakan orang-orang yang mereka perbudak."

Abul Laits berkata: "Rakus itu ada dua macam iaitu:

Rakus yang tercela dan
Rakus yang tidak tercela

Tetapi lebih baik ditinggalkan. Rakus yang tercela ialah yang samapi melupakan kewajipan terhadap Allah s.w.t. atau mengumpulkan kekayaan untuk bangga-banggaan dan kesombongan. Adapun yang tidak tercela iaitu yang tidak sampai meninggalkan kewajipan dan tidak bermaksud untuk kesombongan, sebab diantara sahabat juga ada yang kaya raya dan tidak tercela atau dilarang oleh Rasulullah s.a.w." Abud Dardaa' menyebut rakus yang tercela iaitu yang menyebabkan mengabaikan perintah dan kewajipan terhadap Allah s.w.t.

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Hafsah binti Umar r.a. berkata kepada ayahnya (Umar): "Sungguh Allah s.w.t. telah memberi kepadamu kebaikan sebanyak-banyaknya dan melapangkan rezekimu, maka sekiranya engkau makan yang lebih baik dari makananmu yang biasa dan memakai yang lebih halus dari pakaian yang biasa." Umar r.a. menjawab: "Saya akan mengajak engkau bertahkim kepada dirimu sendiri." Lalu Umar r.a. mengingatkannya keadaan Rasulullah s.a.w. yang diketahui sendiri oleh Hafsah sehingga Hafsah menangis, kemudian Umar berkata: "Saya mempunyai dua kawan dan keduanya telah menempuh jalan, maka jika saya menempuh jalan yang lain, maka tentu saya sampai kejalan lain yang bukan kedua kawanku itu. Demi Allah s.w.t., saya akan sabar mengikuti kehidupan keduanya yang lunak dan puas."

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Masruq: "Saya tanya kepada Aisyah r.a.: "Hai ibu, apakah yang sering dikatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w jika masuk rumah?" Jawab Aisyah r.a.: "Yang sering dikatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w jika masuk rumah: "Andaikan anak Adam mempunyai dua lembah dari emas nescaya ia masih ingin ketiga dan tidak ada yang dapat menutup keinginan anak Adam kecuali tanah dan Allah s.w.t. akan memberi taubat kepada siapa yang taubat dan sesungguhnya Allah s.w.t. menjadikan harta ini hanya untuk menegakkan sembahyang dan dikeluarkan zakat."

Qatadah dari Anas bin Malik r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Semua yang ada pada anak Adam dapat berubah rosak atau tua kecuali dua macam iaitu:

Rakus dan
Angan-angan

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: "Yang saya sangat khuatirkan atas kamu dua macam iaitu:
Panjang angan-angan dan
Menurut hawa nafsu
kerana panjang angan-angan itu dapat melupakan akhirat dan menurutkan hawa nafsu itu menghalangi dari kebenaran (hak)."

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Saya memastikan adanya tiga bagi tiga iaitu:

Bagi orang yang sibuk didunia dan
rakus (tamak) kepada dunia dan
bakhil terhadap dunia
pasti ia akan
menderita kekurangan yang tidak ada cukupnya dan
sibuk yang tidak ada hiburnya dan
risau yang tidak ada senangnya

Abud-Darda' r.a. ketika melihat penduduk Himsh ia berkata: "Apakah kamu tidak malu membangun apa yang tidak akan kamu tempati selamanya dan angan-angan yang tidak dapat kamu capai dan mengumpulkan apa yang tidak dapat kamu makan. Sesungguhnya orang-orang yang sebelummu telah membangun yang megah-megah dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya dan angan-angan yang sejauhnya, akhirnya tempat mereka itu didalam kubur dan angan-angannya merupakan tipu daya dan yang mereka kumpulkan itu hancur lebur."

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata kepada Umar bin Alkhattab r.a.: "Jika engkau ingin bertemu dengan kawanmu (yakni Nabi Muhammad s.a.w ) maka tinggikan (tampallah) kain bajumu dan tampallah sandalmu (kasut) dan kurangi angan-anganmu dan makanlah tidak sampai kenyang."

Abu Usman Annahdi berkata: "Saya pernah melihat Umar r.a. memakai gamis yang bertampalan dua belas, sedang ia khutbah diatas mimbar."

Pada suatu hari Ali bin Abi Thalib r.a. masuk kepasar dengan baju yang tebal dan belum dicuci, maka ditegur: "Ya Amirul mukminin, mengapakah engkau tidak memakai pakaian yang lebih tipis dari ini?" Jawabnya: "Ini lebih mengkhusyukkan hati dan menyerupai pakaian orang-orang solihin dan lebih baik bagi seorang mukmin untuk ditiru."

Abu Dzar r.a. berkata: "Saya lebih mengenal manusia daripada perawat binatang terhadap binatangnya, adapun yang baik dari manusia itu ialah orang-orang yang zuhud (tidak rakus) kepada dunia, adapun yang jahat iaitu yang mengumpulkan dunia lebih dari keperluannya."

Seorang cendikiawan berkata: "Pokok dari semua dosa itu tiga iaitu:

Hasud
Rakus
Sombong

Adapun sombong maka asalnya dari iblis laknatullah ketika sombong dan menolak sujud kepada Adam sehingga terkutuk. Adapun rakus maka berasal dari Adam, ketika dipersilakan makan semua buah disyurga kecuali satu pohon, maka rakusnya mendorongnya untuk makan sehingga turun dari syurga dan hasud iri hati dari putera Adam, ketika hasud pada saudaranya sehingga membunuh saudaranya dan mati kafir dan tempat dineraka untuk selamanya."

Nabi Adam a.s. berwasiat kepada puteranya lima perkara dan menyuruh supaya anaknya mewasiatkan juga kepada putera-puteranya dan seterusnya. Wasiatnya ialah:

Katakan kepada putera-puteramu: "Kamu jangan merasa tenang dengan dunia ini, maka saya ketika merasa tenang dengan syurga, Allah s.w.t. tidak ridho dan mengusir saya daripadanya."
Katakan kepada mereka: "Jangan menurutkan hawa nafsu wanita, maka sesungguhnya saya telah menuriti hawa nafsu wanita sehingga makan pohon yang dilarang dan menyesal."
Katakan kepada mereka: "Tiap amal yang akan mahu dikerjakan harus kamu perhatikan akibatnya, sebab andaikan saya memikirkan akibat maka saya tidak akan menerima akibat ini."
Katakan kepada mereka: "Jika hatimu tidak tenang (goncang), maka hindarilah perbuatan itu, sebab saya ketika akan makan pohon larangan itu goncang hatiku tetapi tidak saya hiraukan, maka saya menyesal."
Katakan kepada mereka: "Bermusyawarahlah dalam semua urusan sebab andaikan saya musyawarah dengan malaikat tidak akan terkena akibat ini."

Syaqiqi Albalkhi berkata: "Saya telah menyimpulkan dari empat ribu hadis kepada empat ratus kepada empat puluh kepada empat hadis iaitu: "

Jangan mengikat hatimu kepada wanita, sebab ia hari ini untukmu dan esok hari untuk orang lain dan bila engkau taat padanya maka akan memasukkan engkau dalam neraka
Jangan mengikat hatimu pada harta sebab harta itu pinjaman, hari ini hakmu dan esok hak orang lain, maka jangan susah payah dirimu untuk kesenangan orang lain, maka senangnya buat orang lain dan tanggungan dosanya engaku tanggung sendiri dan jika hatimu terikat pada harta, engkau akan bakhil tidak mengeluarkan kewajipan hak Allah s.w.t. dan takut miskin dan menurut kepada bisikan syaitan laknatullah.
Tinggalkan apa yang ragu-ragu dalam hatimu sebab hati seorang mukmin goncang dalam syubhat dan lari dari haram dan tenang dalam halal
Jangan berbuat sesuatu sehingga mengerti benar-benar bagaimana menjawab bila ditanya oleh Allah s.w.t.

Mujahid dari Abdullah bin Umar r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Jadilah engkau didunia bagaikan seorang asing atau sekadar melalui jalan dan anggaplah dari ahli kubur."

Mujahid berkata: "Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Jika waktu pagi maka jangan engkau tunda untuk petang dan jika waktu petang jangan membayangkan dirimu sampai pagi dan pergunakan masa hidup sebelum mati dan masa sihat sebelum sakit sebab engkau tidak mengetahui apakah namamu kelak diakhirat."

Abul Laits berkata: "Siapa yang mengurangi angan-angannya, maka Allah s.w.t. akan memuliakannya dengan empat kemuliaan iaitu:

Dikuatkan untuk taat sebab seorang yang merasa akan mati tidak memikirkan apa yang dihadapinya dari kesukaran dan rajin melakukan taat, maka bertambah banyak amalnya
Berkurang kerisauannya sebab jika ia merasa tidak lama akan mati maka tidak memikirkan apa yang dihadapi oleh kesukarannya
Ridho dengan kehidupan yang sederhana sebab bila ia merasa tidak lama akan mati, maka tidak perlu mencari banyak dan semangatnya ditujukan keakhirat
Allah s.w.t. menerangkan hatinya

Dan terangnya hatinya itu dari empat macam iaitu:

Perut yang lapar
Sahabat yang soleh
Mengingati dosa-dosa yang lalu
Tidak panjang angan-angan

Sebab siapa yang panjang angan-angan disiksa dengan emapt macam iaitu:

Malas berbuat taat
Banyak kerisauan dunianya
Rakus dalam mengumpul harta
Keras hatinya

Sebab kerasnya hatinya kerana empat sebab iaitu:

Perut yang kenyang
Kawan yang busuk
Lupa terhadap dosa-dosa yang lalu
Panjang angan-angan

Sedang seharusnya seorang muslim itu pendek angan-angan sebab ia tidak mengetahui dalam nafas yang mana akan mati dan pada langkah yang mana ia akan mati. Firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi): "Idza jaa a ajaluhum laa yasta'khiruuna sa'atan walaa yastaqdimuun." (Yang bermaksud): "Jika tiba ajal mereka tidak dapat ditunda walau sesaat (sejenak) dan tidak dapat dimajukan." Maka seharusnya seorang mukmin selalu ingat akan mati, sebab ia akan memerlukan enam perkara iaitu:

Ilmu yang menuntun keakhirat
Kawan yang membantu melakukan taat kepada Allah s.w.t. dan mencegah dari maksiat
Mengenal musuhnya dan berhati-hati daripadanya
Memperhatikan ayat Allah s.w.t. dan perubahan siang dengan malam
Baik kepada semua orang supaya tidak ada musuhnya pada hari kiamat
Siap menghadapi mati sebelum tibanya supaya tidak kecewa pada hari kiamat

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Alhasan Albashri berkata Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Apakah kamu semuanya ingin masuk syurga?" Jawab mereka: "Benar, ya Rasulullah." Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Pendekkan angan-anganmu dan malulah kepada Allah s.w.t. dengan sesungguhnya." Jawab mereka: "Kami sudah malu kepada Allah s.w.t, ya Rasulullah." Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Bukan itu, tetapi malu kepada Allah s.w.t. itu ialah ingat kubur dan kerosakan yang ada didalamnya dan menjaga perut dan apa yang masuk kedalamnya dan menjaga kepala dan apa yang ada padanya (pancainderanya) dan siapa yang ingin kemuliaan akhirat harus meninggalkan kemewahan dunia, maka disitu bererti malu kepada Allah s.w.t. yang sungguh-sungguh dan dengan itu tercapai kemuliaan (waliyullah)."

Humaid Aththawil dari Al-Iji berkata: "Nabi Muhammad s.a.w membaca (Yang berbunyi):

"Alhaakummuttakatsur hattazur tumul maqabir." (Yang bermaksud): "Kamu telah dilupakan kerana sibuk memperbanyak kekayaan sehingga masuk keliang kubur.", kemudian Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Anak Adam selalu berkata: "Ini hartaku, ini miliku dan tidak berguna bagimu milikmu itu kecuali yang telah engkau makan sehingga habis atau engkau sedekahkan maka tetap menjadi tabungan pada pahalamu atau engkau pakai sehingga rosak."

Alhasan Albashri berkata: "Tersebut dalam Taurat lima kalimat iaitu:

Kekayaan itu dalam qanaa'ah (teriman, tidak tamak)
Selamat itu dalam menyendiri
Merdeka itu didalam meninggalkan syahwat
Cinta itu dalam meninggalkan keinginan
Bersuka-suka selamanya itu kerana sabar sebentar (beberapa hari)

Urwah bin Azzubair dari Aisyah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Hai Aisyah, jika engkau ingin mengikut aku maka cukupkan dari dunia ini bagaikan bekal orang-orang berpergian (yakni yang perlu-perlu sahaja) dan awas (hati-hati) daripada berkumpul dengan orang-orang kaya dan jangan menganggap pakaian itu busuk (berganti) sehingga engkau tembel."

Nabi Muhammad s.a.w bersabda dalam doanya (Yang berbunyi): "Allahumma man ahabbani farzuqhul afaafa wal kafaafa, waman abghadha nifa'aktsir malahu wawaladahu." (Yang bermaksud): "Ya Allah, siapa yang cinta padaku maka berilah rezeki cukup dan sopan dan siapa yang membenci aku maka banyakkan harta dan anaknya."

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari AlHasan bin Ali r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Suka dunia itu menyebabkan susah dan risau, dan zuhud terhadap dunia itu menyenangkan (menenangkan) hati, fikiran dan badan. Bukan kemiskinan yang saya khuatirkan atas kamu tetapi saya khuatirkan kamu dari kaya, jika terbuka luas bagimu dunia sebagaimana terbuka luas pada ummat yang sebelummu, maka kamu berebut sebagaimana mereka berebut, maka membinasakan kamu sebagaimana membinasakan mereka."

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Kebaikan ummat ini pada mulanya dengan zuhud dan yakin dan kebinasaannya ummat ini kelak dengan bakhil dan panjang angan-angan."

0 Comments:

Post a Comment

<< Home